wall of art

WELCOME WELCOME WELCOME TO THIS BLOG,,, THIS IS THE WALL OF ART

ekonomi

tugas 1 Pengantar Ekonomi Mikro

soal : 1. gambarkan dan jelaskan kurva permintaan !

               2. gambarkan dan jelaskan kurva penawaran !

KURVA PERMINTAAN DAN PENAWARAN


KURVA PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Kurva Permintaan

Berikut contoh permintaan, Ada seseorang yang ingin membeli buah jeruk, berikut tabel harga jeruk beserta permintaan jeruknya :
Tabel 17.3 Permintaan Jeruk Desi

Dari tabel di atas bisa dibuat grafik. Kurva permintaan ini memiliki kemiringan (slope) negatif atau bergerak dari kiri atas ke kanan bawah. Artinya apabila harga jeruk turun, jumlah barang yang diminta bertambah atau sebaliknya (ceteris paribus). Berikut adalah kurva permintaan Buah Jeruk :



"SEMAKIN NAIK HARGA,, JUMLAH PERMINTAAN SEMAKIN TURUN"
Kurva permintaan menunjukkan hubungan antara harga suatu produk dengan kuantitas yang diminta, jika hal-hal lainnya konstan/ceteris paribus. Permintaan ber-slope negatif terhadap harga (hukum permintaan). Dengan kata lain, ketika harga naik permintaan akan turun, dan ketika harga turun permintaan akan naik.
Akibat dari adanya hukum permintaan tersebut kurva permintaan menjadi miring dari kiri atas ke kanan bawah, sehingga kurva permintaan dikatakan mempunyai kemiringan negatif, karena variable – variable yang bekerja dalam pemintaan bekerjanya berlawanan arah. Kurva permintaan tidak mungkin menyentuh sumbu P karena berapapun harganya pasti ada konsumen yang bersedia untuk membeli barang yang dihasilkan.


Kurva Penawaran

Untuk membuat kurva penawaran kita gunakan tabel yang ada sebelumnya. Dibawah ini adalah kurva penawaran yang bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Kurva penawaran mempunyai slope positif, artinya jumlah barang yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga barang. Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan.


"SEMAKIN NAIK HARGA,, JUMLAH PENAWARAN SEMAKIN NAIK"
Kurva penawaran menunjukkan hubungan antara harga suatu produk dengan kuantitas yang ditawarkan (kuantitas yang bersedia diproduksi/dijual), jika hal-hal lainnya konstan/ceteris paribus. Kurva penawaran ber-slope positif, yaitu jika harga naik maka kuantitas penawaran akan bertambah, dan sebaliknya.
Kurva penawaran mempunyai kemiringan positif artinya variable – variabelnya bekerja dalam arah yang sama. Kurva penawaran miring dari kiri bawah ke kanan atas.



tugas 1 Bahasa Indonesia

soal :
1. bagaimana pendapat anda tentang kalimat kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia? bagaimana pula pendapat anda jika kalimat itu digantikan dengan kalimat kami putra dan putri  Indonesia mengaku berbahasa yang satu, bahasa Indonesia.
2. kata lingua franca diartikan sebagai bahasa perhubungan. Bagaimana pendapat anda tentang perbedaan antara bahasa perhubungan dan bahasa persatuan?
3. coba anda buktikan bahwa bahasa Melayu telah hidup di Nusantara Sejak Abad ke-7 !
4. apa yang anda ketahui tentang Keputusan Presiden No 57, tahun 1972 ?
5. Bahasa Indonesia sekarang jauh berbeda dengan bahasa melayu tahun-tahun pertama abad XX. Jelaskan apa sebabnya.

jawaban sementara :
1.  1.       Menurut saya, Kalimat kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia sudah sangat tepat, karena kalimat tersebut merupakan pernyataan tekad kebahasaan yang menyatakan bahwa kita, bangsa Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Kami sebagai bangsa Indonesia sangat menghargai dan sangat menjunjung tinggi bahasa persatuan Negara kita tercinta, yaitu bahasa Indonesia.

Apabila kalimat kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia diganti dengan kalimat kami putra dan putri Indonesia mengaku berbahasa yang satu, bahasa Indonesia menurut saya itu bukan merupakan pengakuan untuk menjunjung tinggi bahasa persatuan, tetapi kalimat tersebut merupakan pengakuan “berbahasa satu” bahasa Indonesia, sementara pada kenyataan yang sebenarnya, Negara Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam daerah atau suku memiliki bermacam-macam bahasa tentunya. Tetapi dengan dijunjung tingginya bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia, kami rakyat Indonesia bisa bersatu. Karena bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional yang kedudukannya berada di atas bahasa-bahasa daerah.

tugas 2 Pengantar Ekonomi Mikro

soal : 1. gambarkan dan jelaskan jenis-jenis elastisitas permintaan !

               2. gambarkan dan jelaskan jenis-jenis elastisitas penawaran !


               3. rumus elastisitasnya !


A. Elastisitas Harga Permintaan


Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa banyak permintaan barang dan jasa (konsumsi) berubah ketika harganya berubah. Elastisitas permintaan ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang diminta sebagai akibat dari satu persen perubahan harga.



Koefisien Elastisitas Permintaan
Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut :
Ed = % perubahan kuantitas diminta / % perubahan harga,

atau
http://yasinta.files.wordpress.com/2008/08/elasticity-11.jpg




Keterangan :
ED = Elastisitas permintaan
Q2 = Kuantitas permintaan setelah perubahan
Q1 = Kuantitas permintaan awal
P2 = Harga setelah perubahan
P1 = Harga awal
Dalam perhitungan koefisien elastisitas ini, angka minus tidak perlu ditulis karena kita telah mengetahui bahwa antara harga dan permintaan berslope negatif. Artinya, kenaikan harga akan menurunkan permintaan, dan sebaliknya (hukum permintaan).
Contoh : Apabila harga es krim naik dari $2 menjadi $2,2 dan jumlah pembelian turun dari 10 batang menjadi 8 batang, maka elastsitas permintaan dihitung sebagai berikut :


http://yasinta.files.wordpress.com/2008/08/elasticity-2.jpg

Koefisien sebesar
 2,32 menunjukkan bahwa perubahan harga sebesar 1 persen akan menimbulkan perubahan permintaan sebesar 2,32 %. Elastisitas permintaan memiliki hubungan negatif (arahnya berbalikan), yaitu ketika harga naik permintaan akan turun, vice versa.


1. JENIS-JENIS ELASTISITAS PERMINTAAN



a)    Permintaan elastis tidak sempurna (elastisitas bernilai nol) yaitu perubahan harga tidak merubah permintaan barang.

 

Permintaan tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Perubahan harga tidak mempengaruhi jumlah yang diminta. Dengan demikian, kurvanya berbentuk vertikal. Kurva berbentuk vertikal ini berarti bahwa berapapun harga yang ditawarkan, kuantitas barang/jasa tetap tidak berubah. Contoh barang yang permintaannya tidak elastis sempurna adalah tanah (meskipun harganya naik terus, kuantitas yang tersedia tetap terbatas), lukisan milik pelukis yang telah meninggal (berapapun harga yang ditawar atas lukisan, pelukis tersebut tidak akan mampu menambah kuantitas lukisannya), dan contoh lainnya yang sejenis.

Contoh lainnya yaitu Perusahaan yang memonopoli air

b)    Permintaan elastis sempurna (elastisitas bernilai tak hingga) menggambarkan produk yang sangat peka terhadap perubahan harga

 Permintaan elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Dimana pada suatu harga tertentu pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar. Namun, kenaikan harga sedikit saja akan menjatuhkan permintaan menjadi 0. Dengan demikian, kurvanya berbentuk horisontal. Contoh produk yang permintaannya bersifat tidak elastis sempurna diantaranya barang/jasa yang bersifat komoditi, yaitu barang/jasa yang memiliki karakteristik dan fungsi sama meskipun dijual di tempat yang berbeda atau diproduksi oleh produsen yang berbeda. Dengan demikian, secara nalar barang/jasa tersebut seharusnya memiliki harga yang sama pula. Misalnya saja paperclip dan pen tinta biasa (seperti pen merek S dan P yang rata-rata berharga 1000-1500). Jika kita pergi ke supermarket untuk membeli paperclip, misalnya, kita cenderung tidak akan memperhatikan perbedaan merek. Satu-satunya yang sering kita jadikan bahan perbandingan adalah harga, dimana kita akan membeli paperclip yang harganya paling murah (atau pada harga rata-rata yang diterima pasar). Akibatnya, bagi perusahaan yang menjual paperclip diatas harga rata-rata, permintaan akan barangnya akan turun ke nol. Ini karena semua paperclip, meskipun harganya berbeda-beda, memberikan fungsi yang sama.



Contoh lainnya yaitu Perusahaan yang bersaing secara ketat seperti pengecer

c)    Permintaan elastis uniter (elastisitas bernilai satu) menggambarkan harga dan kuantitas produk yang diminta berubah dalam persentase yang sama dan saling mengkompensasi.
Permintaan uniter elastis : elastisitas = 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan = prosentase perubahan harga.
Contoh produk yang elastisitasnya uniter tidak dapat disebutkan secara spesifik. Jenis permintaan ini sebenarnya lebih sebagai pembatas antara permintaan elastis dan tidak elastis, sehingga belum tentu ada produk yang dapat dikatakan memiliki permintaan uniter elastis.

d)    Permintaan tidak elastis (elastisitas bernilai < 1) menggambarkan perubahan harga yang menyebabkan perubahan permintaan dengan proporsi yang lebih kecil
 Permintaan tidak elastis : elastisitas < 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan < dari prosentase perubahan harga. 
 Contoh permintaan tidak elastis ini dapat dilihat diantaranya pada produk kebutuhan. Misalnya beras, meskipun harganya naik, orang akan tetap membutuhkan konsumsi beras sebagai makanan pokok. Karenanya, meskipun mungkin dapat dihemat penggunaannya, namun cenderung tidakakan sebesar kenaikan harga yang terjadi. Sebaliknya pula, jika harga beras turun konsumen tidak akan menambah konsumsinya sebesar penurunan harga. Ini karena konsumsi beras memiliki keterbatasan (misalnya rasa kenyang). 
 Contoh lainnya yang sejenis adalah bensin. Jika harga bensin naik, tingkat penurunan penggunaannya biasanya tidak sebesar tingkat kenaikan harganya. Ini karena kita tetap membutuhkan bensin untuk bepergian. Sama halnya, ketika harganya turun, kita juga tidak mungkin bepergian terus menerus demi menikmati penurunan harga tersebut. Karakteristik produk yang seperti ini mengakibatkan permintaan menjadi tidak elastis.




e)    Permintaan elastis (elastisitas bernilai > 1) menggambarkan perubahan harga yang menyebabkan perubahan permintaan dengan proporsi yang lebih besar
 

Permintaan elastis : elastisitas > 1. Presentase perubahan kuantitas permintaan > presentase perubahan harga. Ini sering terjadi pada produk yang mudah dicari substitusinya.
Misalnya saja pakaian, makanan ringan, dan lain sebagainya. Ketika harganya naik, konsumen akan dengan mudah menemukan barang penggantinya.




2. Faktor Penentu Elastisitas Permintaan


Ada empat faktor utama dalam menentukan elastisitas permintaan :


1. Produk substitusi.
Semakin banyak produk pengganti (substitusi), permintaan akan semakin elastis. Hal ini dikarenakan konsumen dapat dengan mudah berpindah ke produk substitusi jika terjadi kenaikan harga, sehingga permintaan akan produk akan sangat sensitif terhadap perubahan harga.


2. Prosentase pendapatan yang dibelanjakan.
Semakin tinggi bagian pendapatan yang digunakan untuk membelanjakan produk tersebut, maka permintaan semakin elastis. Produk yang harganya mahal akan membebani konsumen ketika harganya naik, sehingga konsumen akan mengurangi permintaannya. Sebaliknya pada produk yang harganya murah.


3. Produk mewah versus kebutuhan.
Permintaan akan produk kebutuhan cenderung tidak elastis, dimana konsumen sangat membutuhkan produk tersebut dan mungkin sulit mencari substitusinya. Akibatnya, kenaikan harga cenderung tidak menurunkan permintaan. Sebaliknya, permintaan akan produk mewah cenderung elastis, dimana barang mewah bukanlah sebuah kebutuhan dan substitusinya lebih mudah dicari. Akibatnya, kenaikan harga akan menurunkan permintaan.


4. Jangka waktu permintaan dianalisis.
Semakin lama jangka waktu permintaan dianalisis, semakin elastis permintaan akan suatu produk. Dalam jangka pendek, kenaikan harga yang terjadi di pasar mungkin belum disadari oleh konsumen, sehingga mereka tetap membeli produk yang biasa dikonsumsi. Dalam jangka panjang, konsumen telah menyadari kenaikan harga, sehingga mereka akan pindah ke produk substitusi yang tersedia. Selain itu, dalam jangka panjang kualitas dan desain produk juga berubah, sehingga lebih mudah menyebabkan konsumen pindah ke produk lain.






B. Elastisitas Harga Penawaran


Elastisitas harga penawaran mengukur seberapa banyak penawaran barang dan jasa berubah ketika harganya berubah. Elastistas harga ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang ditawarkan sebagai akibat dari satu persen perubahan harga.




Koefisien Elastisitas Penawaran
Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut :
Es = % perubahan kuantitas penawaran / % perubahan harga,
atau
http://yasinta.files.wordpress.com/2008/08/elasticity-3.jpg


Keterangan :
ES = Elastisitas penawaran
Q2 = Kuantitas penawaran setelah perubahan
Q1 = Kuantitas penawaran awal
P2 = Harga setelah perubahan
P1 = Harga awal



1. JENIS-JENIS ELASTISITAS PENAWARAN


a)    Penawaran elastisitas sempurna









  • Penawaran elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Perusahaan dapat menyuplai berarapun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu. Perusahaan mampu menyuplai pada biaya per unit konstan dan tidak ada limit kapasitas produksi.















  •  

    b)    Penawaran tidak elastis sempurna









    Penawaran tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Penawaran tidak dapat ditambah pada tingkat harga berapapun, sehingga kurva penawaran (S) akan terlihat vertikal.



    c)    Penawaran  dengan elastisitas uniter
    Penawaran uniter elastis : elastisitas = 1. Perubahan penawaran sama dengan perubahan harga.



    d)    Penawaran tidak elastis









  • Penawaran tidak elastis : elastisitas < 1. Perubahan penawaran lebih kecil dari perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif kecil terhadap penawaran.




















  • e)    Penawaran elastis
    Penawaran elastis : elastisitas > 1. Perubahan penawaran lebih besar dari perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif besar terhadap penawaran.
     

    2.  Faktor Penentu Elastisitas Penawaran

    faktor yang sangat penting dalam menentukan elastisitas penawaran, yaitu :

    1. Kemampuan penjual/produsen merubah jumlah produksi.

    Ini berkaitan dengan biaya dan kapasitas produksi. Penawaran akan cenderung tidak elastis apabila salah satu dari hal-hal berikut terjadi :
    - Biaya produksi untuk menaikkan jumlah penawaran besar. Misalnya jika produksi saat ini telah mencapai skala ekonomis dan biaya rata-rata minimal, maka penambahan satu unit produksi akan menambah biaya rata-rata dan mengakibatkan produksi berada dalam skala tidak ekonomis.
    - Atau kapasitas produksi telah terpakai penuh, sehingga penambahan kapasitas akan memerlukan pabrik/mesin baru, misalnya, yang membutuhkan investasi besar.
    Sementara penawaran akan cenderung elastis jika yang terjadi adalah sebaliknya.

    2. Jangka waktu analisis.

    Pengaruh waktu analisis terhadap elastisitas penawaran dibedakan menjadi tiga :
    - Jangka waktu yang sangat singkat. Pada jangka waktu yang sangat singkat, penjual/produsen tidak dapat menambah penawarannya, sehingga penawaran menjadi tidak elastis sempurna.
    - Jangka pendek. Kapasitas produksi tidak dapat ditambah dalam jangka pendek, namun perusahaan masih dapat menaikkan produksi dengan kapasitas yang tersedia dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi yang ada. Hasilnya, penawaran dapat dinaikkan dalam prosentase yang relatif kecil, sehingga penawaran tidak elastis.
    - Jangka panjang. Produksi dan jumlah penawaran barang lebih mudah dinaikkan dalam jangka panjang, sehingga penawaran lebih bersifat elastis.

    3. Stok persediaan.

    Semakin besar persediaan, semakin elastis persediaan. Ini karena produsen dapat segera memenuhi kenaikan permintaan dengan persediaan yang ada.

    4. Kemudahan substitusi faktor produksi/input.

    Semakin tinggi mobilitas mesin (atau kapital lainnya) dan tenaga kerja, semakin elastis penawaran. Semakin elastis mobilitas kapital dan tenaga kerja, semakin mudah produsen memenuhi perubahan permintaan yang terjadi. Ini karena kapital dan tenaga kerja ebih fleksibel, sehingga dapat ditambah atau dikurangi sewaktu-waktu dibutuhkan.






    soal :
    1. Bahasa Indonesia disebut juga bahasa nasional atau bahasa negara. Jelaskan    kedua konsep itu!!
    2. Bagaimana tafsiran anda tentang pernyataan bahwa bahasa Indonesia merupakan alat yang memungkinkan penyatuan berbagai-bagai suku bangsa di Indonesia?
    3.  Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat pengembangan kebudayaan nasional, ilmu dan teknologi. Berikan contoh pernyataan itu!
    4. Bagaimana pendapat anda jika disuatu kantor seseorang asyik berbicara dengan temannya dengan menggunakan bahasa daerah tertentu, padahal banyak karyawan yang berasal dari suku bangsa lain turut mendengarkan pembicaraan tersebut?

    jawaban sementara :
    1.
    -          Bahasa Indonesia disebut juga bahasa nasional karena bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang kebanggaan Negara, lambang identitas nasional, alat penghubung antarwarga, antardaerah, dan antarbudaya, serta alat yang memungkinkan penyatuan berbagai-bagai suku bangsa dengan latar belakang social budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia.
    Sebagai lambang kebanggaan Negara, bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai social budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita.
    Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia kita junjung di samping bendera dan lambang Negara kita.
    Sebagai alat penghubung antarwarga, antardaerah, dan antar suku bangsa, kita dapat berhubungan satu dengan yang lain sedemikian rupa sehingga kesalahpahaman  sebagai akibat perbedaan latar belakang social budaya dan bahasa tidak perlu dikhawatirkan. Kita dapat bepergian dari pelosok yang satu ke pelosok yang lain di tanah air kita dengan hanya memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai satu-satunya alat komunikasi.
    Sebagai alat yang memungkinkan terlaksananya pernyataan berbagai suku bangsa yang memiliki latar belakang social budaya dan bahasa yang berbeda-beda ke dalam satu kesatuan kebangsaan yang bulat, bahasa Indonesia memungkinkan berbagai-bagai suku bangsa itu mencapai keserasian hidup sebagai bangsa yang bersatu dengan tidak perlu meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan kepada nilai-nilai social budaya serta latar belakang bahasa daerah yang bersangkutan.
    Dengan bahasa nasional, kita dapat meletakkan kepentingan nasional jauh di atas kepentingan daerah dan golongan.

    -          Bahasa Indonesia disebut juga bahasa Negara karena bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan, alat penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dan atas pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

    Sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa Indonesia dipakai di dalam segala upacara, peristiwa dan kegiatan kenegaraan, baik dalam bentuk lisan maupun dalam bentuk tulisan.

    Sebagai bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan, bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, kecuali daerah-daerah, seperti Aceh, Batak, Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Makassar yang menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa pengantar sampai tahun ketiga pendidikan dasar.

    Bahasa Indonesia adalah alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional dan untuk kepentingan pelaksaan pemerintah.

    Bahasa Indonesia adalah satu-satunya alat yang memungkinkan kita membina dan mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memiliki cirri-ciri dan identitasnya sendiri, yang membedakannya dari kebudayaan daerah.


    2.   Bahasa Indonesia merupakan alat yang memungkinkan penyatuan berbagai-bagai suku bangsa Indonesia. Dalam hubungan ini, bahasa Indonesia memungkinkan berbagai-bagai suku bangsa itu mencapai keserasian hidup sebagai bangsa yang bersatu dengan tidak perlu meninggalkan identitas dan kesetiaan kepada nilai-nilai social budaya serta latar belakang bahasa daerahnya masing-masing. Dengan menggunakan bahasa Indonesia, memudahkan kita dapat berkomunikasi dengan warga daerah lain dimanapun kita berada di seluruh wilayah Indonesia.