wall of art

WELCOME WELCOME WELCOME TO THIS BLOG,,, THIS IS THE WALL OF ART

Sabtu, 05 Januari 2013

makalah manusia sebagai makhluk individu dan sosial

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU
DAN SOSIAL


OLEH :

NAMA    : PURNAMA SAKTI RADJIU
NIM        : BICI 11 073
KELAS   : B

FAKULTAS EKONOMI - PENDIDIKAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS HALUOLEO
2011
PROLOG

LATAR BELAKANG
 “Zoon politicon”, mungkin itulah kata-kata yang sering kita dengar apabila kita berbicara masalah sisi kehidupan sosial kita. Teman, keluarga, kawan adalah relasi bagi kita dalam menjalani proses berkehidupan kita, artinya mereka sengaja diciptakan oleh Tuhan untuk memudahkan segala langkah dan gerak kita dalam menjalani hidup. Dengan kata lain, mereka ada karena kita dan untuk kita. Mereka di sekeliling kita lah yang selalu dan selalu meneriaki kita terpuruk, memberi support di saat kita bertarung di sebuah lapangan kehidupan yang skenarionya telah diatur oleh Sang Pencipta.
Sebagai individu yang hidup dalam bermasyarakat, hal yang berhubungan langsung adalah lingkungan, dimana menurut banyak orang, lingkungan adalah instrument kehidupan yang sangat mempengaruhi proses metamorfosis kita. Apakah kita akan mampu bermetamorfosis sempurna atau akan selalu menjadi kepompong yang tidak mampu berbuat apa-apa, itu tergantung proses adaptasi dan bentukan dari lingkungan. Apakah nanti kita akan mempunyai sayap yang akan kita gunakan untuk terbang, itu tergantung pada proses relasi kita dengan lingkungan kita. Untuk berinteraksi dengan masyarakat di lingkungan kita, perlu adanya sebuah etika dan moral dalam bergaul. Etika perlu dipelajari sebagai suatu disiplin ilmu, karena mengerti etika adalah bagian dari etika itu sendiri.
Dalam interaksi dengan masyarakat di lingkungan sekitar kita, diperlukan suatu ikatan perasaan cinta dan kasih sayang. Cinta adalah perasaan simpati yang mendalam  yang biasanya melibatkan emosi yang mendalam  dan terjadi   antarlawan jenis, antara manusia yang satu dengan yang lain (cinta persaudaraan), cinta diri sendiri, cinta seorang ibu, cinta antara manusia dan Sang Pencipta. Keabadian cinta kasih dapat terjadi bila saling mengisi dan melengkapi. Pengertian saling melengkapi dan saling mengisi menunjukkan arti bahwa cinta itu dinamis. Seperti bunga yang sedang tumbuh senantiasa membutuhkan air sedemikian pula air baru memiliki arti bila sanggup  menghidupkan bunga.
Meninjau pada fenomena  cinta pada zaman sekarang, hal yang menarik  untuk disoroti adalah masalah cinta terhadap lawan jenis dalam masa modern. Cinta antara manusia yang berlawanan jenis biasanya saling mengisi dan melengkapi. Apa  yang tidak ada pada lawan jenis akan dilengkapi oleh lawan jenis yang lain. Akan tetapi gejala yang ditimbulkan dari kebebasan cinta tersebut membuat masalah baru. Hal ini dikarenakan adanya penyalahgunaan arti dari kebebasan itu sendiri. Oleh karena itu perlu adanya  kajian tentang bagaimana pergaulan antaranak muda yang rentan dengan adanya perubahan dan mudah goyah dengan suasana lingkungan sekitar, khususnya mahasiswa yang indekos. Sehingga diharapkan nantinya ada suatu solusi agar sebagai manusia bisa memerankan peranan gandanya yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
Manusia sebagai makhluk individu, keluarga, dan masyarakat oleh karenanya manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial yang selalu hidup berkelompok atau berorganisasi dan membutuhkan orang lain. Masyarakat merupakan wadah berkumpulnya individu-individu yang hidup secara sosial, masyarakat terdiri dari ‘Saya’, ‘Anda’ dan ‘Mereka’ yang memiliki kehendak dan keinginan hidup bersama.
Kita tahu dan menyadari bahwa manusia sebagai individu dan makhluk sosial serta memahami tugas dan kewajibannya dalam stiap tatanan kehidupan berkelompok dan dalam struktur dan sistem sosial yang ada.
Para sosiolog mengartikan masyarakat sebagai sebagai kelompok di dalamnya terdapat orang-orang yang menjalankan kehidupan bersama sebagai satu kesatuan yang diikat melalui kerjasama dan nilai-nilai tertentu yang permanen.
RUMUSAN MASALAH :
1. Bagaimana hakekat manusia sebagai makhluk individu dan social ?
2. Bagaimana kedudukan manusia sebagai Makhluk individu dan social ?
3. Bagaimana Kebutuhan manusia sebagai individu dan social ?
4. Bagaimana pembentukan Perilaku manusia ?
5. Bagaimana Pemgembangan manusia sebagai makhluk individu dan social ?
TUJUAN DAN MAKSUD PENULISAN :
Tujuan dan maksud dari penulisan mengenai posisi manusia diantara makhluk lainnya adalah agar kita dapat memahami lagi arti penting kedudukan manusia di muka bumi ini sebagai pemimpin dari makhluk lainnya. Karena dengan kelebihannya itulah yang menjadikannya berbeda dengan makhluk lainnya. Selain itu tujuan dari penulisan ini adalah agar kita juga dapat mengetahui bahwa kedudukan manusia di muka bumi ini juga telah tercantum di dalam Al Qur’an sehingga kepastiannya pun tak diragukan lagi. Penulisan ini juga bertujuan untuk memenuhi tugas Ilmu Budaya Dasar ( IBD ).


DIALOG
A.    MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU

1.      Pengertian

Individu berasal dari kata latin “individuum” artinya yang tidak terbagi,maka kata individu merupakan sebutan yang dapat digunakan untuk menyatakansuatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berartimanusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagaikesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Istilah individu dalamkaitannya dengan pembicaraan mengenai keluarga dan masyarakat manusia, dapat pula diartikan sebagai manusia.
Dalam pandangan psikologi sosial, manusia itu disebut individu bila polatingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkahlaku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanyamemiliki peranan-peranan yang khas didalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Didalamsuatu kerumunan massa manusia cenderung menyingkirkan individualitasnya,karena tingkah laku yang ditampilkannya hampir identik dengan tingkah laku masa.

2.      Kedudukan Manusia sebagai Makhluk Individu
2.1.Manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa
Manusia sebagai makhluk individu diartikan sebagai person atau perseorangan atau sebagai diri pribadi. Manusia sebagai diri pribadi merupakan makhluk yang diciptakan secarasempurna oleh Tuhan Yang Maha Esa.
2.2.Hakikat Manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Manusia didudukkan sesuai dengan kodrat, harkat, martabat, hak, dan kewajibannya.
1)      Kodrat manusia
Kodrat manusia adalah keseluruhan sifat-sifat sah, kemampuan atau bakat- bakat alami yangmelekat pada manusia, yaitu manusia sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial ciptaanTuhan Yang Maha Esa. Ditinjau dan kodratnya, kedudukan manusia secara pribadi antara lainsesuai dengansifat- sifat aslinya, kemampuannya, dan bakat-bakat alami yang melekat padanya.
2)      Harkat manusia
Harkat manusia artinya derajat manusia. Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
3)      Martabat manusia
Martabat manusia artinya harga diri manusia. Martabat manusia adalah kedudukan manusia yangterhormat sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang berakal budi sehingga manusia mendapat tempat yang tinggi dibanding makhluk yang lain. Ditinjau dan martabatnya, kedudukan manusia itu lebih tinggi dan lebih terhormat dibandingkan dengan makhluk lainnya.
4)      Hak asasi manusia
Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimihiki oleh setiap manusia sebagai anugerah danTuhan Yang Maha Esa, seperti hak hidup, hak milik, dan hak kebebasan atau kemerdekaan.


5)      Kewajiban manusia
Kewajiban manusia artinya sesuatu yang harus dikerjakan oleh manusia. Kewajiban manusiaadalah keharusan untuk melakukan sesuatu sebagai konsekwensi manusia sebagai makhluk individu yang mempunyai hak-hak asasi. Ditinjau dan kewajibannya, manusia berkedudukansama, artinya tidak ada diskriminasi dalam melaksanakan kewajiban hidupnya sehari-hari.

3.      Karakteristik Manusia sebagai Makhluk Individu
Setiap insan yang dilahirkan tentunya mempunyai pribadi yang berbeda atau menjadidirinya sendiri, sekalipun sanak kembar. Itulah uniknya manusia. Karena dengan adanyaindividulitas itu setiap orang memiliki kehendak, perasaan, cita-cita, kecenderungan, semangat, daya tahan yang berbeda. Kesanggupan untuk memikul tanggung jawab sendiri merupakan ciriyang sangat essensial dari adanya individualitas pada diri setiap insan.
Menurut Oxendine, perbedaan individualitas setiap insan nampak secara khusus padaaspek sebagai berikut :
a.       Perbedaan fisik: usia, tingkat dan berat badan, jenis kelamin, pendengaran, penglihatan,kemampuan bertindak.
b.      Perbedaan sosial: status ekonomi,agama, hubungan keluarga, suku.
c.       Perbedaan kepribadian: watak, motif, minat dan sikap.
d.      Perbedaan kecakapan atau kepandaian

4.      Pengembangan Manusia sebagai Makhluk Individu
Sebagai makhluk individu yang menjadi satuan terkecil dalam suatu organisasi ataukelompok, manusia harus memiliki kesadaran diri yang dimulai dari kesadaran pribadi di antara segala kesadaran terhadap segala sesuatu. Kesadaran diri tersebut meliputi kesadaran diri diantara realita, self-respect, self-narcisme, egoisme, martabat kepribadian, perbedaan dan persamaan dengan pribadi lain, khususnya kesadaran akan potensi-potensi pribadi yang menjadidasar bagi self- realisation.
Sebagai makhluk individu, manusia memerlukan pola tingkah laku yang bukanmerupakan tindakan instingtif belaka. Manusia yang biasa dikenal dengan Homo sapiensmemiliki akal pikiran yang dapat digunakan untuk berpikir dan berlaku bijaksana. Dengan akaltersebut, manusia dapat mengembangkan potensi- potensi yang ada di dalam dirinya seperti,karya, cipta, dan karsa. Dengan pengembangan potensi-potensi yang ada, manusia mampumengembangkan dirinya sebagai manusia seutuhnya yaitu makhluk ciptaan Tuhan yang palingsempurna.
Perkembangan manusia secara perorangan pun melalui tahap-tahap yang memakan waktu puluhan atau bahkan belasan tahun untuk menjadi dewasa. Upaya pendidikan dalammenjadikan manusia semakin berkembang. Perkembangan keindividualan memungkinkanseseorang untuk mengmbangkan setiap potensi yang ada pada dirinya secara optimal. Sebagaimakhluk individu manusia mempunyai suatu potensi yang akan berkembang jika disertai dengan pendidikan. Melalui pendidikan, manusia dapat menggali dan mengoptimalkan segala potensiyang ada pada dirinya. Melalui pendidikan pula manusia dapat mengembangkan ide-ide yangada dalam pikirannya dan menerapkannya dalam kehidupannya sehari-hari yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia itu sendiri.

5.      Kepribadian
5.1 Defenisi
Banyak para ahli yang memberikan perhatian dan mencurahkan penelitiannya untuk mendeskripsikan penelitiannya mengenai tentang pola tingkah laku yang nantinya merunut juga pada pola tingkah laku manusia sebagai bahan perbandingannya.
Pola-pola tingkah laku bagi semua individu yang tergolong dalam satu ras pun tidak adayang seragam. Sebab tingkah laku Manusia tidak hanya ditentukan oleh system organic biologinya saja, melainkan juga akal dan pikirannya serta jiwanya, sehingga variasi pola tingkahlaku Manusia sangat besar diversitasnya dan unik bagi setiap manusia.
 
Jadi “Kepribadian” dalam konteks yang lebih mendalam adalah “susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seorang individu”.

5.2 Unsur-Unsur Kepribadian
Ada beberapa unsur-unsur dari kepribadian. Diantaranya adalah sebagai berikut :

1.      Pengetahuan
Pengetahuan merupakan suatu unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa orang yangsadar. Dalam alam sekitar manusia terdapat berbagai hal yang diterimanya melalui pancainderanya yang masuk kedalam berbagi sel di bagian-bagian tertentu dari otaknya. Dan didalamotak tersebutlah semuanya diproses menjadi susunan yang dipancarkan oleh individu kealamsekitar. Dan dalam Antropologi dikenal sebagai “persepsi” yaitu; “seluruh proses akal manusiayang sadar”.
Ada kalanya suatu persepsi yang diproyeksikan kembali menjadi suatu penggambaran berfokus tentang lingkungan yang mengandung bagian-bagian. Penggambaran yang terfokussecara lebih intensif yang terjadi karena pemustan secara lebih intensif di dalam pandangan psikologi biasanya disebut dengan “Pengamatan”.Penggambaran tentang lingkungan dengan fokus pada bagian-bagian yang palingmenarik perhatianya seringkali diolah oleh sutu proses dalam aklanya yang menghubungkannyadengan berbagai penggambaran lain yang sejenisnya yang sebelumnya pernah diterima dandiproyeksikan oleh akalnya, dan kemudian muncul kembali sebagai kenangan.Dan penggambaran yang baru dengan pengertian baru dalam istilah psikologi disebut “ Apers eps i”.
Penggabungan dan membandingkan-bandingkan bagian-bagian dari suatu penggambarandengan bagian-bagian dari berbagai penggambaran lain yang sejenis secara konsisten berdasarkan asas-asas tertentu. Dengan proses kemampuan untuk membentuk suatu penggambaran baru yang abstrak, yang dalam kenyataanya tidak mirip dengan salah satu darisekian macam bahan konkret dari penggambaran yang baru.
2.      Perasaan
Selain pengetahuan, alam kesadaran manusia juga mengandung berbagai macam perasaan. Sebaliknya, dapat juga digambarkan seorang individu yang melihat suatu hal yang buruk atau mendengar suara yang tidak menyenangkan. Persepsi-persepsi seperti itu dapatmenimbulkan dalam kesadaranya perasaan negatif. “Perasaan”, disamping segala macam pengetahuan agaknya juga mengisi alam kesadaran manusia setiap saat dalam hidupnya.“Perasaan” adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengetahuannya dinilaisebagai keadan yang positif atau negative.
3.      Dorongan Naluri
Kesadaran manusia mengandung berbagi perasaan berbagi perasaan lain yang tidak ditimbulkan karena diperanguhi oleh pengeathuannya, tetapi karena memang sudah terkandungdi dalam organismenya, khususnya dalam gennya, sebagai naluri. Dan kemauan yang sudahmerupakan naluri disebut “Dorongan”.

B.     MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL
1.      Pengertian
Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. Sebagai makhluk sosial karenamanusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya. Manusia tidak dapat menyadari individualitas, kecuali melaluimedium kehidupan sosial. Esensi manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya adalahkesadaran manusia tentang status dan posisi dirinya adalah kehidupan bersama, serta bagaimanatanggungjawab dan kewajibannya di dalam kebersamaan.

2.      Karakteristik Manusia sebagai Makhluk Sosial
Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada yang meniti beratkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu. Dimana memiliki unsur-unsur keharusan biologis, yang terdiri dari :
1. Dorongan untuk makan
2. Dorongan untuk mempertahankan diri
3. Dorongan untuk melangsungkan jenis
Dari tahapan diatas menggambarkan bagaimana individu dalam perkembangannya sebagaiseorang makhluk sosial dimana antar individu merupakan satu komponen yang salingketergantungan dan membutuhkan. Sehingga komunikasi antar masyarakat ditentukan oleh peranoleh manusia sebagai makhluk sosial. Dalam perkembangannya manusia juga mempunyaikecenderungan social untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupanmasyarakat yang terdiri dari :
1) Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima bentuk-bentuk  pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan.
2)  Penghematan tenaga dimana ini adalah merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalumenggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja mnausia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien.
Pada umumnya hasrat meniru itu kita lihat paling jelas di dalam ikatan kelompok tetapi juga terjadi didalam kehidupan masyarakat secara luas. Dari gambaran diatas jelas bagaimanamanusia itu sendiri membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sendiri malalui proses meniru. Sehingga secara jelas bahwa manusia itu sendiri punya konsep sebagai makhluk sosial.
Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk social lainnya yang dimaksudadalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya. Secara garis besar faktor-faktor  personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni :
1) Tekanan emosional. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain.
2) Harga diri yang rendah. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yangdirendahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lainkarena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih saying orang lainatau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula.
3) Isolasi sosial. Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang sepahamatau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis.
Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. Sebagai makhluk sosial karenamanusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya. Manusia tidak dapat menyadari individualitas, kecuali melaluimedium kehidupan sosial.
Manisfestasi manusia sebagai makhluk sosial, nampak pada kenyataan bahwa tidak  pernah ada manusia yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain.
3.      Kedudukan Manusia sebagai Makhluk Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia sebagai warga masyarakat. Dalamkehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri.Meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan, dia selalu membutuhkan manusia lain.Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan manusialainnya. Dapat dikatakan bahwa sejak lahir, dia sudah disebut sebagai makhluk sosial.
Hakekat manusia sebagai makhluk sosial dan politik akan membentuk hukum,mendirikan kaidah perilaku, serta bekerjasama dalam kelompok yang lebih besar. Dalam perkembangan ini, spesialisasi dan integrasi atau organissai harus saling membantu. Sebab
kemajuan manusia nampaknya akan bersandar kepada kemampuan manusia untuk kerjasamadalam kelompok yang lebih besar.
Kerjasama sosial merupakan syarat untuk kehidupan yang baik dalam masyarakat yangsaling membutuhkan. Kesadaran manusia sebagai makhluk sosial, justru memberikan rasatanggungjawab untuk mengayomi individu yang jauh lebih ”lemah” dari pada wujud sosial yang”besar” dan ”kuat”. Kehidupan sosial, kebersamaan, baik itu non formal (masyarakat) maupundalam bentuk-bentuk formal (institusi, negara) dengan wibawanya wajib mengayomi individu.

4.      Pengembangan Manusia sebagai Makhluk Sosial
Di dalam kehidupannya, manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia memilikikeinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lain. Hal ini menunjukkan kondisi yanginterdependensi. Di dalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga negara.
Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif. Keadaan positif dan negatif ini adalah perwujudan dari nilai-nilai sekaligus watak manusia bahkan pertentangan yang diakibatkan olehinteraksi antarindividu. Tiap-tiap pribadi harus rela mengorbankan hak-hak pribadi demikepentingan bersama Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yangmencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
Pada zaman modern seperti saat ini manusia memerlukan pakaian yang tidak mungkindibuat sendiri. Tidak hanya terbatas pada segi badaniah saja, manusia juga mempunyai perasaaanemosional yang ingin diungkapkan kepada orang lain dan mendapat tanggapan emosional dariorang lain pula. Manusia memerlukan pengertian, kasih sayang, harga diri pengakuan, dan berbagai rasa emosional lainnya. Tanggapan emosional tersebut hanya dapat diperoleh apabila manusia berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat. Dalam berhubungan dan berinteraksi, manusia memiliki sifat yang khas yangdapat menjadikannya lebih baik.
Kegiatan mendidik merupakan salah satu sifat yang khas yang dimiliki oleh manusia.Imanuel Kant mengatakan, "manusia hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan". Jadi jikamanusia tidak dididik maka ia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya. Hal ini telah terkenal luas dan dibenarkan oleh hasil penelitian terhadap anak terlantar. Hal tersebutmemberi penekanan bahwa pendidikan memberikan kontribusi bagi pembentukan pribadiseseorang.
Dengan demikian manusia sebagai makhluk sosial berarti bahwa disamping manusiahidup bersama demi memenuhi kebutuhan jasmaniah, manusia juga hidup bersama dalammemenuhi kebutuhan rohani.

5.      Interaksi Sosial
5.1.Pengertian Interaksi Sosial
Manusia dalam hidup bermasyarakat, akan saling berhubungan dan saling membutuhkansatu sama lain. Kebutuhan itulah yang dapat menimbulkan suatu proses interaksi sosial. Maryatidan Suryawati (2003) menyatakan bahwa, “Interaksi sosial adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok”. Pendapat lain dikemukakan oleh Murdiyatmoko dan Handayani (2004), “Interaksisosial adalah hubungan antar manusia yang menghasilkan suatu proses pengaruh mempengaruhiyang menghasilkan hubungan tetap dan pada akhirnya memungkinkan pembentukan struktur sosial”. “Interaksi positif hanya mungkin terjadi apabila terdapat suasana saling mempercayai,menghargai, dan saling mendukung” (Siagian, 2004).
Berdasarkan definisi di atas maka dapat menyimpulkan bahwa interaksi sosial adalahsuatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalamhubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok.
5.2.Macam - Macam Interaksi Sosial
Menurut Maryati dan Suryawati (2003) interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam, yaitu: 1. Interaksi antara individu dan individu
Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. Interaksi positif, jika jikahubungan yang terjadi saling menguntungkan. Interaksi negatif, jika hubungan timbal balik merugikan satu pihak atau keduanya (bermusuhan).
2.      Interaksi antara individu dan kelompok 
Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk interaksi sosialindividu dan kelompok bermacam - macam sesuai situasi dan kondisinya.

3.      Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok 
Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi.Misalnya, kerja sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu proyek.

5.3.Bentuk - Bentuk Interaksi Sosial
Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi social dikategorikan ke dalamdua bentuk, yaitu :
1. Interaksi sosial yang bersifat asosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk asosiasi(hubungan atau gabungan) seperti :
a. Kerjasama
Kerjasama adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapaitujuan bersama. 
b. Akomodasi
Akomodasi adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok - kelompok manusia untuk meredakan pertentangan.
c. Asimilasi
Asimilasi adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakangkebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehinggalambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
d.      Akulturasi
Akulturasi adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengansuatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur - unsur dari suatu kebudayaan asingsedemikian rupa sehingga lambat laun unsur - unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri.

2. Interaksi sosial yang bersifat disosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk  pertentangan atau konflik, seperti :
a. Persaingan
Persaingan adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu,agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya. 
b. Kontravensi
Kontravensi adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan ataukonflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupunsecara terang - terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur - unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akantetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.
c. Konflik 
Konflik adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanyasemacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.

5.4.Ciri - Ciri Interaksi Sosial
Menurut Tim Sosiologi (2002), ada empat ciri - ciri interaksi sosial, antara lain :
a. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang 
b. Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak social
c. Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas
d.Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu
5.5. Syarat - Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dapat berlangsung jikamemenuhi dua syarat di bawah ini, yaitu:
a.       Kontak social
Kontak sosial adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan awalterjadinya interaksi sosial, dan masing - masing pihak saling bereaksi antara satu dengan yanglain meski tidak harus bersentuhan secara fisik. 
b.      Komunikasi
Komunikasi artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain.



EPILOG

Manusia sebagai makhluk individu mengandung arti bahwa unsur yang ada dalam diri individu tidak terbagi, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Jadi individu hanya sebutan yang tepat bagi manusia yang memiliki keutuhan jasmani dan rohaninya, keutuhan fisik dan psikisnya, keutuhan raga dan jiwanya. Sebagai individu, manusia dituntut untuk dapat mengenal serta memahami tanggung jawabnya bagi dirinya sendiri, masyarakat dan kepada Sang Pencipta.
Sebagai makhluk individu, kita memerlukan pola tingkah laku yang bukan merupakan tindakan instingtif belaka. Kita yang biasa dikenal dengan mahluk sempurna memiliki akal pikiran yang dapat digunakan untuk berpikir dan berlaku bijaksana. Dengan akal tersebut, maka kita harus dapat mengembangkan potensi-potensi yang ada di dalam dirin seperti, karya, cipta, dan karsa. Dengan pengembangan potensi-potensi yang ada, kita bisa mampu mengembangkan diri sebagai manusia seutuhnya yaitu makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.
Kita sebagi seorang calon pendidik harus sadar bahwa dalam rangka mendidIk anak tidak boleh memaksa karena dalam diri anak ada suatu prinsip pembentUkan dan pengembangan yang ditentukan oleh dirinya sendiri. Pendidikan hendaknya menghormati keindividualitasn anak, karakteristik individu anak, kepribadian anak, keunikannya, dan martabatnya.
Jadi manusia diciptakan oleh Tuhan YME menjadi makhluk yang paling sempurna dibanding makhluk lainnya. Dengan akal, pikiran, dan perasaannya manusia dijadikan khalifah atau pemimpin di muka bumi ini. Selain itu manusia juga harus menjaga lingkungannya karena manusia dilengkapi kemampuan untuk menjaga lingkungan. Selain menjadi khalifah di muka bumi manusia juga merupakan makhluk individu dan makhluk sosial.
Sebagai makhluk individu, manusia memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Sedangkan manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia. Maka dari itulah keberadaan manusia di muka bumi ini amat penting bagi makhluk yang lainnya juga karena semuanya itu saling berhubungan.

Tidak ada komentar: